Kado

Suatu siang di Banjarnegara,

"Ada acara tukar kado ya? waah tia enggak bawa kado. Hiks"

"Yaudah tia ambil kado ria aja"

"loh ntar ria gimana?"

"Enggak apa-apa"

"Oh, oke. kalau gitu nanti tia kirim ke alamat ria aja ya"

"Iya, boleh"

terus tianya berfikir, "enggak boleh gitu dong, kan ria sudah bawa kadonya dari jauh. kayaknya ada penjual sesuatu deh di sekitar tempat ini".

lalu tia pergi ke tempat penjualan marchendise, diapun membeli sebuah mug. "Mbak, tolong dibungkus ya, pake koran aja"

waktunya, tukar kado dimulai....

"hayoo hayoo sini kumpulin kadonya biar diberi nomor", kata kak rona.

Semua orang sudah mengumpulkan kado, setiap orang mengambil undian.

lalu, masing-masing membuka kejutannya.
dan ternyata tia mendapatkan kado dari ria. kebetulan yang manis.

kak rona bilang "tadi kata ria kadonya sudah dikasihin buat tia, tapi ria tetap ngumpulin kadonya. alhamdulillah, walaupun kadonya udah di undi yang dapet tetap tia yaa. Jadi gak salah"

Entah kenapa, walaupun udah diundi tetap dapat yang itu.

Nb : "sesuatu yang sudah ditetapkan menjadi takdir kita, selamanya tidak akan menjadi takdir orang lain"

Postingan populer dari blog ini

Totally Mother, Outstanding Children

Ekspektasi dan Realita