Kembali

Mungkin diri ini sudah terlalu jauh melangkah
sudah terlalu lama di manja

dulu, waktu di asrama, selalu ada kajian islam secara rutin
kajian-kajian yang bisa merefeshkan kembali hati ini pada jalan yang baik

tantangannya justru ketika sudah keluar dari asrama
saat dimana kita harus mengontrol diri sendiri tentang pembagian waktu kita
menjadwalkan sendiri dan mencari sendiri tentang jadwal-jadwal kajian di beberapa mesjid
harus mandiri untuk memperbaiki ruhiyah
ternyata hidup di asrama itu nikmat banget yaa, bisa selalu berkumpul dengan ukhti-ukhti sholihah
yang saling menasehati dan menolong dalam kebaikan

kemarin,
barulah rasa malas itu sirna
akhirnya punya kesempatan untuk menuntut ilmu di sebuah mesjid
ketika sampai di mesjid itu, terharu sekali sampai meneteskan air mata
terharu melihat ukhti-ukhti sholihah itu, jilbabnya lebar-lebar banget, dan kayaknya hafalan al-qur'annya juga banyak....Ya Allah, apa yang aku bawa nanti setelah mati? ketika tiba di alam akhirat? Astaghfirullah....semoga masih ada kesempatan untuk bertobat.

terus melihat jilbab sendiri, Ya Allah jilbabku yang paling pendek....Iri sama mereka
terus hafalan, kok susah nambah ya, mungkin hati ini kotor....
ditambah lagi, yang ceramah adalah ust. Syatori, tentang Jiwa lagi
meleleh....meleleh deh
subhanallah yaaa....
nikmat terbesar dalam hidup adalah saat kita sama-sama berkumpul dengan orang-orang sholih dan sholihah
bersama-sama mengharap ridha Allah, bersama-sama membersihkan hati

terima kasih Ya Allah atas segala nikmat yang engkau beri dan memang sungguh dunia ini penuh dengan senda gurau.... semoga jiwa ini bisa kembali padamu dengan khusnul khotimah.

Postingan populer dari blog ini

Totally Mother, Outstanding Children

Ekspektasi dan Realita