Tangisan di kereta malam itu



Namaku Khairunnisa SY. Aku berasal dari Aceh. Aku belum pernah naik kereta dan saat aku bilang ketemanku tentang itu mereka pada ketawa, enggak tau lucunya apa. Mungkin mereka menganggap orang yang enggak pernah naik kereta itu aneh. Wajar aja, di Aceh itu enggak ada transportasi kereta. Setelah hampir 2 tahun tinggal di jogja. Bulan januari lalu, aku terpilih sebagai peserta acara womenpreneur summit yang di adakan di Jakarta, akhirnya naik kereta dari jogja ke bekasi. pertama duduk di kereta biasa aja, setidaknya enggak pusing seperti naik bus. Tapi tetaaap aja lebih enak itu naik pesawat, hehe.
Berangkat dari jogja jam 5 sore dari stasiun Lempuyangan. Aku bersama 2 temenku yang lain. Pejuang PPSDMS juga. Ada Nita Wakan dan Mbak Intan purwandani. Selama dikereta, kami makan terus baca novel. Setelah 3 jam dikereta, tepatnya ketika menjelang maghrib. Aku masih terus baca novel. Aku lihat di sebelah kiriku, ada seorang ibu sedang sholat, tapi kami enggak sholat karena sudah sepakat akan di jamak. Aku tenggelam dengan cerita di novel tersebut( sunset bersama Rosie_tere liye), sedangkan temenku lagi asik ngobrol. Lima menit kemudian, aku denger suara seorang wanita. Dia nangis. Daleeeemmmm banget tangisannya. Terus aku mikir, “wah, mbaknya sedih banget, kayaknya masalahnya berat, kasian yaa”. Kebetulan aku duduk di sampinl orong kereta, jadi aku bisa melihat beberapa penumpang. Aku melihat ekspresi mereka, tapi semuanya biasa aja. Aku juga mendongak ingin nemuin sosok yang nangis itu. Perasaanku mulai enggak enak. Aku memutuskan untuk Tanya ke temanku,” nit, ada dengar suara mbak2 nangis gak?”, kata nita enggak ada. Tanya ke mbak Intan katanya juga enggak dengar. Lalu, aku cari-cari lagi suara tangisan itu tapi sudah hilang.
Kata temanku, mungkin dia nyambut aku yang baru naik kereta mau kenalan. Aku Cuma bisa senyum. Tumben enggak ngerasa takut kayak biasanya. Setelah kejadian itu, kami membaca Al-ma’surat di kereta dan memperbanyak zikir sepanjang perjalanan. Dan tepat pukul 2 dini hari tiba di Bekasi.
 




Postingan populer dari blog ini

Ekspektasi dan Realita

Totally Mother, Outstanding Children