Di balik jendela kamarku.




Suara canda tawa mereka membawaku kembali ke masa 7 tahun silam. Saat itu aku masih SMP. Bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri, bertepatan pula dengan banjirnya uang THR di kantung-kantung kami. Ya, aku dan temanku di Langsa, Aceh. Saat hari raya tiba, teman-temanku selalu pergi ke kolam renang, dari pagi sampai sore dan kalian tahu, itu bukannya sehari, tapi setiap hari mungkin hampir seminggu pasca lebaran. Tapi, satu-persatu jumlah mereka berkurang setiap harinya. Alasan untuk tidak ikut renang lagi bermacam-macam, ada yang uangnya habis, jatuh sakit, atau karena dilarang orang tua. Nah, aku dapat alasan yang terakhir. Kalau sudah sekali pergi, ayah pasti melarang untuk yang kedua kalinya. Tapi, terkadang aku tetap ikut teman-temanku. Sedikit badung.
Jarak kolam renang dari komplek perumahan kami kira-kira 10km. tidak jauh kalau naik becak. Tidak seperti dijogja, kalau di Aceh, ada becak motor namanya. Becak yang lebih gagah bisa mengangkut 10 anak sekaligus. Becak motor ini yang selalu  mengantarkan kami ke kolam renang.
Dikolam renang
Ketika selesai membeli tiket, pintu gerbang pun terbuka. Kami kegirangan masuk. Ingat, kami hanya anak-anak tapi udah SMP jadi enggak ada orang tua yang menemani, itu tidak masalah. Ketika melihat birunya air kolam, aku ingin langsung lompat rasanya. Ingin cepat-cepat berenang.
Disana kolamnya ada 3. Beberapa orang diantara kami membentuk kelompok, memilih kolam sesuai kemampuan. Aku ikut temanku yang pinter berenang. Dia memilih kolam untuk orang dewasa. Tingginya 1 meter sampai 1,5 meter.  Akupun mulai berenang. Entah kenapa walaupun enggak ada yang pernah ajarin, aku bisa berenang. Berani salto di kolam yang dalam, bisa berenang sampai ke ujung kolam dan bisa berenang terbalik gitu. Pokoknya seru banget berenangnya dulu. Siang hari, kami makan mie rebus dan pisang goreng bersama.
Saat ini,,,
Aku tinggal di jogja, karena kuliah. Aku tinggal disebuah asrama. Kalian tahu, tempat tidurku dekat dengan jendela yang viewnya kolam renang.  Setiap aku melihat keluar jendela, air dikolam renang itu seperti mengajakku untuk melompat dan menarikku untuk berenang. Merasakan kesegarannya. Asrama ku di samping kolam renang, sanagt dekat. Aku yakin, kalau aku lompat sekarang ini, aku bisa langsung nyebur. Tapi ya mau gimana lagi, kesempatan mandi dikolam itu tidak ada.
 Minggu, 17 Februari 2013
Di balik jendela kamarku. Mereka tertawa bersama. Anak-anak dan orang tua mereka, juga ada mbak-mbak dan mas-mas. Mereka berenang. B.E.R.E.N.A.N.G. hal yang aku suka di waktu kecil. Ternyata sudah 3 tahun enggak berenang. 1 tahun di Banda Aceh dan 2 tahun di Jogja. padahal enggak ada susahnya sih, tinggal pergi ke kolam renang terus berenang. Tapi selalu gagal. Terkadang rutinitas, menenggelamkan impian-impian kita.
Hanya bisa menatap mereka dari balik tirai jendela ini. Seorang adek kecil di ajari ayahnya berenang dan seorang ibu yang menyemangati mereka. bahagia sekaliiiiiii J
*ada juga beberapa pemandangan yang engga baik di lihat. Jadi enggak perlu dicertain :D
By the way, teman-teman kecilku dulu, lagi dimana ya?


Postingan populer dari blog ini

Ekspektasi dan Realita