Sebenarnya ini kerjaan jail, tp niatnya baek kok....cma mengumpulkan ilmu dan tertarik aja sama kata-katanya, semoga juga bagi yang baca bisa diambil pelajaran,,,semoga gak cma jadi status yaa,,,tp jg diamalkan di kehidupan nyatanya :D
sooo,,,ini tu status kakak kelasku yang lagi menggalau kayaknya....tp galau dalam hal positif loh. kakak kelasku ini sangat menentang pacaran sebelum waktunya, hehehe. menurutnya menikah dini lebih baek,,,tp itu emang bener...di terima secara universal.
semoga kumpulan status-status ni bsa jd renungan buat aku n pembaca yaa....
semoga terketuk hati nya  ^_^
untuk yg udah nulis, semoga jd amal jariah.....


Jika aku seorang Ikhwan sejati yang mencintainya karena Allah, aku tidak akan khawatir tidak dapat memilikinya karena tak mengungkapkan cintaku padanya sekarang, meski saat ini aku begitu mengaguminya dan menginginkannya menjadi bidadariku. Karena aku yakin jika dia memang di takdirkan untukku, dia pasti akan menjadi milikku meski aku tak mengikatnya sekarang. ^_^

Insya Allah ketika perasaan ini dijaga dengan baik tanpa melanggar syariat dan dengan hanya mengharapkan ridho Allah Azza wa Jalla semata, maka hati ini akan merasa tenang.
Karena semua akan indah pada waktunya ^_^

Allah sudah menciptakan manusia berpasang-pasangan dan menentukan kepada siapa manusia itu akan berjodoh. Tugas manusia adalah mencari ilmu, mempelajarinya, memahaminya dan mengamalkannya agar mampu mendapatkan jodoh sebagaimana yang diharapkan. Dan Allah melihat seseorang dari kesungguhannya dalam berusaha, bukan berdiam diri atas harapan dan takdir semata.

Hati Seorang suami yang sholeh itu seperti embun yang menyejukkan. Ia memuliakan istrinya dengan tak pernah menyakitinya. Ilmu agama yang dimilikinya menjadi pedoman baginya untuk membina Rumah tangga yang dibinanya agar menjadi Keluarga Sakinah, Mawadah & Warahmah yang penuh dengan rahmat dan melahirkan putra putri yang sholeh wa sholihah.
Lelaki sholeh yang mampu membimbing wanita yang dicintainya menuju Nur-Jannah Illahi. Ia menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai pegangan hidupnya ,ia memuliakan dan lembut terhadap wanita dan anak2nya.Tegas dalam aqidah, bijak dalam bersikap, ialah penuntun dunia dan akhirat.
Yuk para ikhwan, carilah ilmu sebanyak-banyaknya sebagai modalmu kelak. ^_^

"Wahai engkau hati, dengan apa engkau mencintainya?? Dengan segala yang Allah pinjamkan padaku.” Apa itu?? Segala yang ada dalam diri ini.”
''Wahai hati dengan apa engkau dapat menyayanginya?? Dengan berusaha mengikuti petunjuk dalam ilmu-Nya, dan untuk mengharapkan keridhaan-Nya''

Adakah yang lebih indah dari rasa kasih sayang diantara kedua insan yang berlainan jenis selain dalam sebuah ikatan pernikahan?
Ia adalah sebuah mitsaqan ghalidza (perjanjian yang kuat), karenanya yang haram menjadi halal, maksiat menjadi ibadah, kekejian menjadi kesucian dan kebebasan pun menjadi sebuah tanggung jawab.
Dua hati yang berserakan akhirnya bertautan.
(Anonim, 1433 Hijriyah)

Hendaknya calon istri memiliki dasar pendidikan agama dan berakhlak baik karena wanita yang mengerti agama akan mengetahui tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu. 

''Hati lelaki seperti brankas, tempat menyimpan segala masalah. Lelaki lebih memilih bermain dengan pikirannya. Diam adalah cara dia untuk meraba jalan keluar. Masalah yang datang menerjang adalah makanan sehari hari yang kudu ditaklukkan, diendapkan dalam sikap dewasa dan diuraikan dengan kemampuan nalarnya. Air mata lelaki mahal, tidak mudah menetes manakala bingung mengepung, tidak mudah menetes manakala panik mencekik, tapi mungkin justru akan menetes pelan saat menghamba dalam kerinduan, menyepi dalam kepasrahan. Bertobat akan jutaan kesalahan yang pernah dilakukan.'' [Anonim, 1433 Hijriyah]

Duhai ikhwan, kau tahu tentang wanita shalihah? Tak inginkah kau mendapatkannya? Maka bantulah para wanita menjadi shalihah dengan menghormatinya.
Jangan dekati dia sebelum engkau siap melamarnya. Jangan dekati dia dengan cara yang tak diridhai-Nya. Jangan lumpuhkan hatinya dengan rayuanmu yang menjadikannya terlena.
Betapapun hatimu ingin memilikinya, bersabarlah, bersabarlah.
Allah meninggikan derajat orang-orang yang mau bersabar...

"Maukah kutunjukkan kepadamu sebaik-baik milik lelaki?," sabda Rasulullah suatu ketika kepada Umar bin Khatab, "yaitu istri shalihah yang jika dipandang suaminya ia menyenangkan, jika diperintah ia mentaati, dan jika ditinggal pergi ia menjaga diri." (HR. Abu Dawud)

 Mencintai karena Allah bukanlah semudah yang kau bayangkan kawan. Cinta karena Allah adalah cinta yang penuh pengorbanan. Bersabar dalam penantian, berkorban demi menjaga kesucian. Cinta karena Allah adalah cinta yang diraih lewat jalan yang di ridhai-Nya untuk mengharap ridha-Nya pula.
Bukan Cinta karena Allah namanya jika kau telah membuat-Nya cemburu karena kau menjalin hubungan dalam ikatan yang belum dihalalkan. Bukan cinta karena Allah namanya andai kau tak mampu mengalahkan nafsumu tak sabar ingin mendekatinya padahal kau belum siap menikahinya.
Bagaimana Allah tidak cemburu jika kau lebih banyak mengingatnya daripada mengingat-Nya.
Bersabarlah.. Bersabarlah.. ^_^

Sebelum tiba waktunya untukmu halal bersama si dia,tahanlah hatimu.Tahanlah perasaanmu. Jika perasaan itu tidak tertahan lagi, curahkan segala isi hatimu tentang cinta & rindu,tentang doa & harapanmu pada Allah Swt, dan simpanlah warkah yg tidak beralamat itu sebaik mungkin.
Apabila tiba saatnya kamu disatukan, maka serahkanlah segala isi hatimu itu padanya, dia pasti bahagia menerimanya,tetapi jika waktu itu belum tiba. Biarlah ia menjadi rahasia antara dirimu dan Sang Pencipta saja karana kelak jika dia bukan milikmu, biarlah Allah Swt yg mengatur semuanya sehingga keindahan itu datang pada waktunya.

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya padaMu agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu. . .

*yang udah di copas statusnya tanpa izin, smga gak memaafkan yaa


Postingan populer dari blog ini

Ekspektasi dan Realita

Totally Mother, Outstanding Children