Postingan

Ekspektasi dan Realita

Gambar
Setiap orang pasti punya mimpi. Mereka, kamu, dan juga saya memiliki mimpi. Sejak duduk kelas dua di SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, saya mulai merangkai mimpi. Saat itu, salah satu mimpi saya adalah kuliah di ITB, Sekolah Farmasi. Hal ini terinspirasi dari kakak kelas saya yang sudah berkuliah di ITB dan mereka pernah datang ke sekolah untuk memotivasi agar saya dan teman-teman mencoba untuk kuliah di Jawa. Setelah uduk di kelas tiga SMA, mimpi itu tetap sama, ditambah lagi beberapa kakak kelas yang saya kagumi, yaitu kak Tika Pradinita telah diterima di SF ITB 2010 dan bang Aulia di STEI ITB 2010. Saat dibuka seleksi Undangan SNMPTN disekolah, sayapun memilih ITB di pilihan pertama dan UI dipilihan kedua. Tapi sayangnya, saya tidak lulus seleksi tersebut, sempat nangis semalaman waktu ditelepon orang tua, tapi tidak berlarut-larut karena saya harus belajar lagi agar siap menghadapi ujian tulis SNMPTN. Mulai saat itu, selain ikut bimbel di BTA, saya juga memperbanyak latihan ...

Nenek dan Anak Perempuan

Suatu malam di Jalan Kaliurang, perempatan MM UGM. Sebuah tempat makan dipinggir jalan dihampiri sebuah motor warna merah putih. Dia anak perempuan, memesan menu yang selalu sama untuk makan malamnya, Lele bakar dengan nasi uduk, dibungkus. Awalnya anak perempuan itu ingin menunggu ditempat, mungkin sekitar 10-15 menit akan selesai. Namun, ketika dia akan duduk, bangku yang tersisa hanya didepan sepasang muda-mudi yang sedang makan berdua. Lalu dia mengurungkan niat dan memutuskan jalan-jalan dulu lalu balik lagi dalam beberapa menit. “mbak, ini nasinya diambil nanti saja ya, saya pergi dulu” Motor menyala dan melaju. Anak perempuan itu menyusuri jalan kaliurang lagi. Dia ingat satu hal, dia harus mengirim sesuatu. Motor merah putih itu, diparkirkan lagi, kali ini disebuah Bank. Malam itu, harus antri dulu untuk bisa menggunakan mesin ATM. Sembari menunggu, dia melihat seorang nenek yang berjalan gontai lalu berhenti didepan sebuah warung martabak disebelah bank. Nenek itu menj...

Bunga

Jika pada akhirnya bunga akan layu apa yg tersisa dr sebuah kecantikan?(izzah, 2014) Kita tidak akan pernah bisa memilih Sejatinya kecantikan adalah cobaan Apa yang bisa dibanggakan dari sebuah kecantikan? Jika akhirnya ia akan hilang di rampas oleh sang waktu Dan terkadang, Kecantikan itu mendatangkan fitnah Mendatangkan ragu Dan terkadang, Membuatmu susah mendapatkan teman yang benar-benar tulus Membuatmu susah bersedekah dengan senyuman Sejatinya cantik itu hanya sebatas kulit, hanya 2 mm saja tebalnya Selebihnya semua wanita itu sama, hanya kepribadiannya atau akhlaknya saja yang berbeda Jadi, Jika ingin menjadi bunga yang tak akan pernah layu, pupuklah bunga itu dengan kepribadian atau akhlak yang baik Jalan sawa, 12 November 2014

Evaluasi Akhir Program Pembinaan Asrama PPSDMS

“Menjadi Peserta PPSDMS putri angkatan VI Yogyakarta merupakan sebuah doa yang Allah kabulkan secara nyata. Doa yang selalu di panjatkan selama Ramadhan 1433 H, 2 tahun yang lalu. Hari Ini, ramadhan 1435 H, aku berdoa kembali agar Allah mengabulkan doaku lagi untuk bisa menjadi Alumni PPSDMS yang baik”. PPSDMS bukanlah tempat orang-orang sempurna. PPSDMS adalah tempat bagi orang-orang yang menginfakkan dirinya untuk disempurnakan. PPSDMS bukanlah tempat untuk bersantai, karena di darah kita mengalir uang umat, mengalirkan harapan para donatur, mengalirkan doa-doa setiap guru kita. semoga usaha mereka tidak sia-sia, semoga pengorbanan mereka terbayar. Semoga visi mereka, visi kita yaitu  untuk Indonesia yang lebih baik dan bermartabat bisa terwujud. Amiinn.  Hari ini adalah Evaluasi terakhir PPSDMS, ya evaluasi yang menentukan apakah kita pantas di wisuda sebagai peserta PPSDMS dan apakah kita pant...

Bintang Jatuh

Gambar
Sebuah bintang jatuh tepat di hadapanku Namun ia memudar dalam gengaman Inginku antarkan lagi ke langit Tapi aku tak berdaya Akhirnya aku hanya bisa merawatnya di bumi Hingga ia pulih Semi berganti semi Perlahan aku mengintipnya dari sudut-sudut jendela Ia telah mendapatkan kembali sinarnya Sebenarnya saat itu Aku telah menemukan cara agar ia bisa kembali ke langit Namun aku ragu, Karena diam-diam aku mulai takut kehilangannya Tidak tidak Aku tidak boleh egois Akhirnya aku ceritakan semuanya pada bintang jatuh Ia tampak bahagia sekali Dan aku harus merelakannya pergi Aku tahu Karena di langit ia akan lebih sempurna Karena di langit ia akan lebih benderang Setidaknya Aku bisa melambaikan tangan padanya dari bumi, Tersenyum menatapnya saat rindu Walau ia jauh 6 Juni 2014

Renungan

Gambar
Manyaifun, Raja Ampat, Papua Barat Setiap kali aku bertemu dengan orang baru, maka aku selalu meresa kagum Terhadap apa yang telah dia lakukan Dan bagaimana teman-temannya menilai dia Tentu kita tidak tahu apa yang ada di pikiran orang lain tentang kita Bisa juga baik, atau buruk namun, tak perlulah di hiraukan karena apa yang kita lakukan, apa yang kita kerjakan, saat niatnya untuk Allah, maka apapun penilaian mereka akan bisa kita terima di terima oleh diri yang terpenting berusaha sebaik mungkin, berusaha lebih banyak, berbuat lebih banyak, memberi lebih ikhlas tak perlu mengharap pujian, tak perlu mencari eksistensi karena kontribusi adalah harga mati dan percaya diri adalah kunci Jalan Sawa, 26 Mei 2014

Mungkin Tentang Jujur

Gambar
Kumamoto, Japan. Banyak orang yang sulit untuk jujur dengan diri sendiri Sulit untuk jujur dengan perasaan sendiri Mencoba untuk tidak jujur, agar tidak terlihat lemah. Padahal kita memang lemah karena kita adalah ciptaan-Nya Setiap rasa adalah fitrah. Kita tidak bisa menolak, tidak bisa menghindar. Kita hanya bisa mengendalikan. Mengendalikan perasaan. Kita Boleh jatuh, tapi kita tidak boleh tenggelam. Kita boleh berharap selama kita berdoa, tapi kita juga harus siap dengan kemungkinan terburuk. Jawaban dari doa selalu iya. Iya boleh, iya nanti dan iya tapi yang lain. Memang, Saat-saat paling menyakitkan adalah saat kita jatuh diwaktu yang belum tepat. Kita cuma bisa berdoa agar mampu mengendalikan semuanya, memohon pada Allah yang mengatur semuanya. Hanya Allah yang bisa menghilangkannya atau mewujudkannya suatu saat nanti. Sabar yang tanpa batas adalah cara terbaik. Walaupun entah sampai kapan Boleh jatuh, tapi jangan sampai tenggelam. Segera c...